MAHAKAMA – Denting bel berbunyi, disambut derap langkah sepatu yang tergesa, serta suara riang siswa menyambut pagi. Di balik pintu kelas, jutaan anak di seluruh pelosok negeri menimba ilmu, mengejar cita-cita, dan menemukan potensi diri.
Namun, sekolah bukan sekadar gedung dan fasilitas, melainkan pusat peradaban yang menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, pemerataan dan penyebaran sekolah menjadi sangat penting. Distribusi yang merata memastikan setiap anak, terlepas dari lokasi tempat tinggal, memiliki akses setara terhadap pendidikan berkualitas.
Menurut data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI), jumlah sekolah secara nasional mencapai 443,6 ribu unit pada Semester Ganjil 2025/2026. Satuan pendidikan yang masuk dalam penghitungan ini meliputi Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).
Dominasi Jawa sebagai Lokasi Sekolah Terbanyak

Faktanya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah sekolah terbanyak pada Semester Ganjil 2025/2026. Provinsi ini mencatatkan total 67,5 ribu unit sekolah aktif per tanggal 24 November 2025.
Jawa Barat menempati posisi kedua dengan jumlah 63,76 ribu sekolah, sedangkan Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 53,15 ribu sekolah. Ketiga provinsi di Pulau Jawa ini jelas mendominasi sebagai wilayah dengan infrastruktur pendidikan terbesar di Indonesia.
Peringkat keempat diisi oleh Sumatra Utara dengan angka 23,73 ribu sekolah. Provinsi ini menjadi yang pertama berasal dari luar Pulau Jawa dalam daftar ini. Diikuti oleh Sulawesi Selatan yang merupakan satu-satunya provinsi dari Pulau Sulawesi yang masuk, mencatatkan 16,5 ribu sekolah.
Untuk Provinsi Kalimantan Timur memiliki 6,1 ribu sekolah. Angka ini menempatkan Kalimantan Timur di posisi ke-23. Posisi ini berada di atas Provinsi Bali yang memiliki 5,3 ribu sekolah.
Perbedaan Mencolok: Provinsi di Papua dengan Jumlah Sekolah Paling Sedikit
Berdasarkan data Kemendikdasmen RI, Papua Selatan tercatat sebagai provinsi dengan jumlah sekolah paling sedikit pada Semester Ganjil 2025/2026. Tercatat, hanya ada 1,23 ribu unit sekolah yang terdapat di provinsi ini per 24 November 2025.
Tidak jauh berbeda, Papua Barat Daya menempati posisi kedua dengan angka 1,29 ribu sekolah. Papua Barat mengikuti sebagai pelengkap tiga besar dengan jumlah sekolah sebanyak 1,47 ribu unit.
Perbedaan jumlah sekolah antara Jawa Timur dan provinsi-provinsi di Papua ini menunjukkan jurang kesenjangan infrastruktur yang sangat lebar.
Kesenjangan Infrastruktur dan Sorotan ke Indonesia Timur
Dengan demikian, persebaran provinsi dalam daftar di atas didominasi oleh Pulau Jawa dan Sumatra. Masing-masing pulau menyumbang empat provinsi. Sisa provinsi lainnya berasal dari wilayah tengah Indonesia, yaitu satu dari Pulau Sulawesi dan satu dari Kepulauan Nusa Tenggara.
Ironisnya, tidak adanya wilayah asal timur Indonesia dalam daftar sepuluh besar menunjukkan pemerataan sarana pendidikan di Indonesia belum tercapai. Bahkan, semua provinsi dari Pulau Papua justru masuk dalam daftar provinsi dengan jumlah sekolah paling sedikit.
Kesenjangan ini harus menjadi perhatian utama bagi pembuat kebijakan. Pendidikan adalah hak, dan hak ini harus bisa diraih oleh semua anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin