MAHAKAMA – Setiap bahasa punya cerita panjang. Lahir dari migrasi, perang, perdagangan, sampai kolonialisme. Saat manusia berbicara, sebenarnya mereka membawa sejarah peradaban kemana pun mereka pergi.
Bahasa sendiri merupakan bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan mengenali identitas kelompoknya. Perkembangannya dipengaruhi banyak hal. Dimulai dari perpindahan manusia, interaksi budaya, sampai keterpisahan geografis yang membuat satu kelompok menciptakan bahasanya sendiri.
Inggris Berada di Puncak Berkat Sejarah Kolonial

Menurut data Ethnologue 2025, Bahasa Inggris menjadi bahasa dengan penutur terbanyak di dunia: 1,5 miliar orang. Dominasi ini tidak lepas dari sejarah kolonial Inggris pada abad ke-16 hingga ke-20, ketika kekuasaannya tersebar dari Amerika Utara hingga Asia dan Afrika.
Di posisi kedua ada Bahasa Mandarin dengan 1,184 miliar penutur, disusul Bahasa Hindi dengan 609,1 juta penutur. Jumlah besar ini datang dari populasi negara asalnya.
Bahasa Spanyol berada di urutan keempat dengan 558,5 juta penutur. Penyebarannya ke Amerika Selatan juga dipengaruhi oleh kolonialisme pada abad ke-15. Di bawahnya, Bahasa Arab menempati posisi kelima dengan 334,8 juta penutur berkat pengaruh agama, budaya dan politik selama ratusan tahun.
Bahasa Prancis berada di urutan keenam dengan 311,9 juta penutur. Selain kolonialisme, bahasa ini menyebar lewat diplomasi dan budaya.
Bengali, Portugis, Rusia, dan Indonesia Melengkapi 10 Besar
Peringkat ketujuh diisi Bahasa Bengali dengan 284,3 juta penutur, terutama di Bangladesh dan beberapa wilayah India.
Bahasa Portugis menempati urutan kedelapan dengan 266,6 juta penutur. Penyebarannya yang luas juga terjadi karena kolonialisme, termasuk hingga ke negara tetangga Indonesia, Timor Leste.
Bahasa Rusia berada di peringkat kesembilan dengan 253,4 juta penutur. Bahasa ini digunakan di negara-negara pecahan Uni Soviet dan menjadi bahasa kedua di banyak wilayah tersebut.
Di posisi kesepuluh, Bahasa Indonesia diperkirakan memiliki 252,4 juta penutur. Selain jumlah penduduk yang besar, statusnya sebagai bahasa nasional memperkuat posisinya di tingkat global.
Dua Faktor Utama di Balik Dominasi Bahasa-Bahasa Besar
Jika ditarik benang merah, ada dua kekuatan utama yang membuat sebuah bahasa mendunia. Pertama, populasi besar di negara asal seperti Cina dan India. Kedua, ekspansi kolonial yang membuat bahasa Eropa tersebar ke seluruh dunia.
Faktor globalisasi juga berperan besar. Teknologi, media sosial dan mobilitas manusia membuat bahasa bisa menyebar lebih cepat. Bahasa Indonesia pun mendapatkan ruang karena perannya sebagai alat pemersatu di tengah ratusan bahasa daerah, dipakai di sekolah, pemerintahan, hingga ruang digital.
Bahasa bukan hanya alat bicara. Ia adalah jejak sejarah peradaban komunikasi manusia. Menjaganya berarti merawat identitas dan budaya di tengah arus dunia yang terus berubah. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin