By admin
28.12.25

Harga Emas Naik 67 Persen, Warga Kalimantan Timur Jadi Juara Investasi Paling Konsisten

MAHAKAMA – Kilau logam mulia di etalase toko perhiasan kini semakin menyilaukan mata para investor dan warga biasa. Harga emas yang terus meroket menjadi primadona di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global pada pengujung tahun.

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatatkan kenaikan sangat signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data situs resmi Logammulia.com, harga emas pada 23 Desember tahun lalu masih berada pada level Rp1,53 juta per gram. Namun demikian, angka tersebut terus mendaki hingga mencapai rekor tertinggi baru sebesar Rp2,56 juta pada 23 Desember 2025.

Tren Kenaikan Emas dan Faktor Ketidakpastian Global

Lonjakan harga ini berarti nilai emas Antam sudah tumbuh sebesar 67 persen hanya dalam waktu satu tahun. Menurut laporan Bank Dunia pada Oktober 2025, ketidakpastian geopolitik menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan aset aman. Investor cenderung beralih ke emas karena dianggap lebih stabil saat kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu.

Di dalam negeri, harga emas juga menunjukkan fluktuasi yang dinamis sepanjang tahun 2025 dengan tren yang cenderung menguat. Pada awal tahun, harga emas sempat stabil di kisaran Rp1,52 juta hingga Rp1,59 juta per gram. Namun, memasuki kuartal terakhir, harga emas konsisten melampaui angka Rp2,3 juta hingga mencapai puncaknya di akhir tahun.

Kalimantan Timur Pimpin Kepemilikan Emas Nasional

Faktanya, data Badan Pusat Statistik 2025 menunjukkan Kalimantan Timur berada di puncak provinsi dengan kepemilikan emas tertinggi. Sebanyak 29,71 persen rumah tangga di wilayah ini memiliki simpanan emas minimal 10 gram. 

Sulawesi Selatan menempati posisi kedua dengan 27,54 persen, diikuti oleh Bali sebesar 25,28 persen dan DKI Jakarta 25,22 persen.

Provinsi lain seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah juga mencatatkan angka kepemilikan di atas 20 persen. 

Kepulauan Riau melengkapi urutan sepuluh besar dengan tingkat kepemilikan emas rumah tangga sebesar 20,05 persen. 

Tingginya angka ini membuktikan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk menjaga kekayaan.

Aktivitas Ekonomi dan Tradisi Menabung Masyarakat
Foto: Toko emas (dok. pribadi)

Tingginya kepemilikan emas di Kalimantan Timur selaras dengan struktur ekonomi daerah yang ditopang sektor pertambangan dan energi. Pembangunan Ibu Kota Nusantara juga turut meningkatkan arus investasi serta memperkuat pendapatan lokal masyarakat sekitar. Kondisi tersebut mendorong warga memiliki ruang lebih besar untuk mengalokasikan dana pada aset stabil seperti emas.

Di samping itu, emas sudah menjadi bagian dari tradisi menabung masyarakat Indonesia sejak era kerajaan hingga kolonial. Emas dipilih karena sifatnya yang mudah diwariskan, mudah diuangkan, serta tahan terhadap dampak inflasi. Laporan World Gold Council pada November 2025 mengonfirmasi bahwa nilai historis dan budaya kepemilikan emas di Indonesia sangat kuat.

Pada akhirnya, emas bukan sekadar perhiasan melainkan benteng pertahanan ekonomi keluarga di masa sulit. Mari kita terus bijak dalam mengelola keuangan agar masa depan tetap berkilau seperti logam mulia ini. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending