By admin
10.01.26

Dari Hobi Jadi Rezeki, FB Pro Dorong Pengguna Facebook Indonesia Tembus 122 Juta

Indonesia kini kokoh di peringkat ketiga dunia dengan 122,4 juta pengguna Facebook aktif atau setara 43 persen dari total populasi nasional./Ilustrasi

MAHAKAMA – Jempol masyarakat Indonesia nampaknya belum bisa berpaling dari aplikasi berlogo huruf F biru ini. Setiap hari, jutaan orang masih setia menggulir layar untuk sekadar berbagi kabar atau mencari peruntungan ekonomi lewat unggahan video pendek.

Facebook tetap menjadi salah satu media sosial paling digemari di tanah air meskipun banyak platform baru bermunculan. Faktanya, menurut data We Are Social dan Meltwater, Indonesia kini menempati urutan ketiga dunia dengan jumlah 122,4 juta pengguna aktif. 

Posisi ini berada tepat di bawah Amerika Serikat yang memiliki 198,1 juta orang dan India sebagai pemuncak dengan 408,2 juta pengguna pada Juli 2025.

Salah satu faktor penarik utamanya adalah fitur monetisasi yang memungkinkan kreator konten pemula meraup pendapatan tambahan.

Dominasi Milenial dan Pertumbuhan Stabil di Awal 2025

Laporan Digital 2025 Indonesia mencatat bahwa total pengguna Facebook di dalam negeri sudah mencapai 43 persen dari total populasi. 

Dari segi popularitas, platform ini menduduki posisi keempat media sosial terfavorit dengan persentase 12,7 persen. Posisi ini berada di bawah WhatsApp yang memimpin dengan 35,5 persen, TikTok sebesar 19,9 persen dan Instagram dengan 18,8 persen. 

Pertumbuhan pengguna platform ini juga menunjukkan tren yang sangat stabil di awal tahun 2025. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir saja, jumlah pengguna baru bertambah sebanyak 4,9 juta orang atau naik sekitar 4,2 persen. Mayoritas dari total pengguna tersebut berasal dari kelompok milenial yang jumlahnya mencapai 66,2 juta orang atau setara 38 persen dari basis massa di Indonesia.

Besarnya jumlah pengguna pada usia produktif menunjukkan bahwa Facebook kini telah bertransformasi. Platform ini tidak lagi hanya menjadi alat komunikasi biasa, melainkan sudah berubah menjadi ekosistem ekonomi digital yang nyata. 

Kondisi tersebut didukung oleh kepercayaan pengguna yang tetap terjaga selama bertahun-tahun. Hal ini memperkuat posisi Facebook sebagai tulang punggung interaksi sosial di berbagai daerah. Transformasi ini pun semakin terlihat jelas melalui hadirnya peluang bagi masyarakat untuk mendulang pundi-pundi rupiah secara mandiri.

Fitur FB Pro Sebagai Ladang Pendapatan Kreator Baru

Kreator kini bisa mengubah profil biasa menjadi mode profesional untuk mengakses fitur monetisasi atau penghasil uang. Melalui fitur FB Pro, pengguna bisa mendapatkan bayaran lewat iklan di Reels, iklan in-stream pada video panjang, serta dukungan langganan dari penggemar. 

Syarat utamanya adalah pengguna harus berusia minimal 18 tahun dan mematuhi kebijakan kebijakan monetisasi konten yang berlaku. Setiap postingan yang menarik berpotensi menghasilkan Bintang, di mana satu bintang bernilai sekitar RP156 bagi sang kreator.

Untuk mendapatkan uang dari iklan, kreator harus memenuhi kriteria pengikut dan jam tayang tertentu. Iklan dalam video biasanya mensyaratkan 5 ribu pengikut dan total 60 ribu menit penayangan dalam dua bulan terakhir. 

Sementara itu, iklan pada siaran langsung membutuhkan syarat yang lebih tinggi yakni minimal 10 ribu pengikut. Melalui sistem ini, Facebook memberikan peluang bagi siapa saja untuk membangun karier mandiri tanpa harus terikat kantor konvensional.

Keberadaan fitur profesional ini secara tidak langsung meningkatkan standar kualitas konten di ruang publik digital. Para pengguna kini lebih termotivasi untuk membuat unggahan yang informatif dan kreatif demi mengejar syarat penayangan. Hal ini membuktikan bahwa insentif finansial menjadi motor penggerak yang efektif dalam mempercepat literasi digital dan kreativitas masyarakat di berbagai daerah. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending