MAHAKAMA – Borneo FC Samarinda resmi mengukir sejarah baru. Tidak hanya menduduki posisi puncak, tim berjuluk Pesut Etam ini sukses mengemas 37 poin pada pekan ke-16, melampaui rekor tertinggi klub sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus memaksa dua rival besar, Persija Jakarta dan Persib Bandung, harus turun dari tahta tertinggi klasemen sementara BRI Super League 2025-2026.

Persaingan Papan Atas Klasemen

Kini persaingan liga mulai memasuki fase krusial saat kompetisi segera menutup paruh musim pertama. Berdasarkan data klasemen terbaru, Borneo FC memimpin dengan selisih dua poin dari rival terdekat mereka. Pesut Etam mencatatkan 12 kemenangan, 1 hasil seri, dan 3 kekalahan dengan total agregat gol 31 banding 14.
Di posisi bawahnya, Persija Jakarta membayangi pada peringkat kedua dengan koleksi 35 poin. Persib Bandung menyusul di peringkat ketiga dengan jumlah poin yang sama namun kalah dalam produktivitas gol. Produktivitas gol menjadi pembeda utama karena Persija sudah mencetak 32 gol, sementara Persib baru mengemas 26 gol sepanjang musim ini berjalan.
Ketajaman Serang dan Kolektivitas Tim
Keberhasilan Borneo FC menguasai puncak klasemen tidak lepas dari produktivitas para pemainnya di depan gawang lawan. Mariano Peralta menjadi mesin gol utama dengan sumbangan 9 gol, disusul Joel Vinicius yang mengoleksi 7 gol. Selain itu, Douglas Coutinho dan Juan Villa turut memperkuat lini serang dengan masing-masing menyumbangkan 5 dan 4 gol.
Penyebaran gol yang merata menunjukkan bahwa kekuatan tim tidak hanya bertumpu pada satu sosok pahlawan saja. Dilansir Detik (8/1/2026), pelatih Fabio Lefundes menekankan bahwa setiap pemain memiliki peran yang saling menunjang satu sama lain di lapangan. Oleh karena itu, kolektivitas kerja sama tim menjadi kunci utama yang menjaga konsistensi Borneo FC tetap berada di jalur juara.
Ujian Konsistensi di Markas Lawan
Ujian berikutnya bagi Borneo FC akan tersaji pada Jumat, 9 Januari 2026, saat mereka bertandang ke markas Persita Tangerang. Pertandingan ini akan menjadi penentu apakah Pesut Etam mampu mempertahankan tahtanya hingga putaran pertama berakhir. Menjaga konsistensi memang berat, namun semangat juang tinggi menjadi modal utama untuk terus mengharumkan nama Samarinda di peta sepak bola nasional. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin