By admin
18.11.25

Anggaran Gratispol Rp 206 Miliar untuk 32 Ribu Mahasiswa, Lambat Dikit Kampus Langsung Cemas

Anggaran Gratispol Rp 206 Miliar untuk 32 Ribu Mahasiswa, Lambat Dikit Kampus Langsung Cemas/gratispol.kaltimprov.go.id

MAHAKAMA – Di tengah harapan tinggi ribuan mahasiswa, dana beasiswa menjadi penentu kelanjutan studi. Keterlambatan pencairan dana dapat memicu kecemasan, mengubah janji manis pemerintah menjadi penantian yang menguji kesabaran.

Isu terkait belum cairnya dana bantuan pendidikan program Gratispol bagi mahasiswa di Kalimantan Timur hingga akhir Oktober 2025 sempat menjadi perhatian publik. Program unggulan Pemprov Kalimantan Timur ini adalah “Gerakan Layanan Gratis untuk Semua Lapisan Masyarakat,” yang bertujuan meringankan beban publik dan meningkatkan SDM.

Juru Bicara Pemprov Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, membenarkan adanya sedikit keterlambatan. Dilansir laman diskominfo.kaltimprov.go.id, keterlambatan penyaluran dana ke 52 perguruan tinggi penerima itu disebabkan oleh proses administratif yang harus diselesaikan di tingkat pusat. Proses ini terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

Namun demikian, penantian panjang itu kini berakhir. Dilansir halaman potretpimpinan.kaltimprov.go.id (12/11/2025), Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, telah merealisasikan pencairan dana Program Pendidikan “Gratispol” senilai Rp44,153 miliar pada 12 November 2025. Dana tersebut telah dicairkan untuk tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kalimantan Timur.

Realisasi Dana Rp44,15 Miliar untuk 7 PTN

Berdasarkan laporan tersebut, Universitas Mulawarman (Unmul) menerima alokasi terbesar yaitu Rp22,45 miliar. Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) memperoleh Rp6,38 miliar.
UINSI Samarinda menerima Rp4,89 miliar, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Rp4,68 miliar, Poltekkes Kemenkes Samarinda Rp3,56 miliar, Politeknik Negeri Balikpapan Rp1,57 miliar, dan Politani Samarinda Rp604,8 juta.

Pencairan untuk institusi swasta akan menyusul setelah kelengkapan administrasi terpenuhi. PTS diminta memastikan semua dokumen diajukan ke BPKAD melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), karena mekanisme hibah daerah mensyaratkan verifikasi berlapis.

Realisasi Rp44,15 miliar tersebut setara sekitar 21 persen dari target anggaran Gratispol Pendidikan 2025 sebesar Rp206,7 miliar. Persentase ini menjadi tolok ukur kecepatan penyaluran dana pendidikan tahun berjalan.

Porsi pencairan terbesar diterima Universitas Mulawarman, yaitu sekitar 51 persen dari total dana untuk PTN. Dominasi ini dipengaruhi faktor struktural, bukan ketimpangan distribusi. Universitas Mulawarman merupakan kampus negeri terbesar di Kalimantan Timur dan menampung jumlah mahasiswa yang jauh lebih besar dibanding PTN lain.

Data PDDikti menunjukkan Universitas Mulawarman menerima sekitar 5.867 sampai 6.469 mahasiswa baru per tahun, dengan kuota MABA 2025 mencapai 6.469. Sementara itu, politeknik dan sebagian PTN lain memiliki skala mahasiswa yang jauh lebih kecil, berkisar di bawah lima ribu mahasiswa aktif.

Rencana Anggaran Gratispol Pendidikan Mencapai Rp206 Miliar

Program Gratispol menargetkan anggaran besar untuk memperkuat pembangunan SDM Kalimantan Timur. Rencana anggaran 2025 mencapai Rp206,7 miliar.

Untuk jenjang S1, pemerintah mengalokasikan Rp150,9 miliar bagi 28.083 penerima. Jenjang S2 dan S3 memperoleh Rp14,4 miliar untuk 2.860 mahasiswa. Pemerintah juga menyediakan Rp7,7 miliar untuk 657 mahasiswa Kalimantan Timur yang kuliah di luar daerah.

Mahasiswa asal Kalimantan Timur yang menempuh studi di luar negeri mendapatkan alokasi Rp9,9 miliar untuk 89 penerima. Program ini juga mencakup Gratispol Khusus senilai Rp21,4 miliar untuk 1.165 orang. Operasional Tim Gratispol dialokasikan Rp2,3 miliar untuk 25 petugas.

Arah Besar Investasi SDM Kalimantan Timur

Analisis anggaran menunjukkan fokus kuat Pemprov Kalimantan Timur pada penguatan pendidikan tinggi. Universitas Mulawarman menyerap lebih dari separuh dana pencairan PTN, menegaskan perannya sebagai kampus terbesar dan paling lengkap di daerah ini.

Prioritas terbesar ada di jenjang S1 dengan alokasi hampir Rp151 miliar untuk 28.083 penerima, jauh di atas porsi S2 dan S3. Pola ini mengarah pada upaya meningkatkan akses lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi.

Sementara itu, Rp9,9 miliar untuk 89 mahasiswa luar negeri mencerminkan dorongan membangun talenta global. Secara keseluruhan, Gratispol menjangkau 32.787 penerima dan menjadi cetak biru investasi SDM paling ambisius di Kalimantan Timur.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending