Mahakama.co.id – Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek Terowongan Samarinda melaporkan kerusakan pada rumah mereka yang diduga terjadi selama proses pembangunan berlangsung. Kerusakan itu dilaporkan cukup serius dan memunculkan keberatan dari warga yang merasa kompensasi yang ditawarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak setimpal.
Keluhan paling banyak datang dari warga di Jalan Kakap, Kelurahan Sei Dama. Mereka menyebut kondisi bangunan rumah bukan lagi sekadar retak, melainkan sudah mengganggu kenyamanan dan rasa aman. Tawaran kompensasi dari Pemkot sempat disampaikan, namun sebagian besar warga menolak karena dinilai tidak sebanding dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Aduan resmi kemudian disampaikan warga kepada DPRD Samarinda dan kini menjadi bagian dari agenda pembahasan Komisi III. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti sebagai dasar penelusuran atas permasalahan yang muncul selama pengerjaan terowongan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, membenarkan telah menerima laporan tersebut.
“Oh iya, suratnya sudah masuk dan saya sudah menerimanya. Kemarin kami di komisi sudah sepakat untuk memanggil pihak-pihak terkait,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, Komisi III akan mengupayakan penyelesaian melalui forum mediasi.
Rohim menjelaskan bahwa langkah awal yang akan ditempuh ialah mempertemukan warga dengan Pemkot serta pihak pelaksana proyek.
“Kami ingin memfasilitasi kedua belah pihak terlebih dahulu. Kita lihat dulu apakah ada perbedaan persepsi. Kalau ada, kita samakan dulu, setelah itu baru kita arahkan pada kebijakan atau solusi yang bisa ditempuh,” katanya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus diselesaikan tanpa menghambat jalannya pembangunan terowongan, mengingat proyek tersebut merupakan infrastruktur strategis kota.
“Kami berharap masalah ini tidak berlarut-larut. Proyek harus tetap jalan, tapi hak warga juga harus diselesaikan tanpa menambah beban biaya,” tegasnya.
Namun Rohim mengakui jadwal pemanggilan pihak terkait masih menunggu waktu yang tepat karena agenda komisi sedang padat.
“Beberapa hari ini kami sedang rapat maraton, sudah dua–tiga hari berturut-turut,” pungkasnya.(ADV)