Mahakama.co.id – Menjelang pengoperasian kembali Pasar Pagi pascarevitalisasi, Komisi III DPRD Kota Samarinda menegaskan perlunya inspeksi mendadak (sidak) sebelum pasar dibuka untuk umum. Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian jadwal sidak dari Pemerintah Kota Samarinda.
Deni menjelaskan bahwa secara fisik, pembangunan Pasar Pagi telah selesai dan rencana pengoperasian semula ditargetkan rampung pada akhir November. Namun, proses pendataan pedagang oleh Dinas Perdagangan masih berlangsung, termasuk penyusunan ulang daftar penerima hak los maupun petak.
“Dinas Perdagangan sedang melakukan pendataan. Kemarin sudah ada pendataan sebelumnya, siapa saja yang mendapat hak atau los di sana. Itu yang sekarang sedang diatur kembali,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Ia menilai penataan ulang sangat penting untuk mencegah tumpang tindih data pedagang saat Pasar Pagi kembali beroperasi. Selain itu, sidak dianggap perlu untuk memeriksa secara langsung hasil pembangunan, sebagaimana telah dilakukan DPRD ketika progres proyek baru mencapai 40–60 persen.
Menurut Deni, pemeriksaan nanti tidak hanya difokuskan pada bangunan utama, tetapi juga aspek-aspek teknis seperti sistem proteksi kebakaran, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas pendukung di seluruh lantai, serta perlengkapan gedung lainnya. Aspek teknis tersebut dianggap krusial agar tidak ada kekurangan yang luput dari perhatian.
“Kita ingin memastikan semuanya berjalan baik. Jangan sampai ikon yang baru direvitalisasi justru memiliki kekurangan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.
Komisi III telah melayangkan surat resmi kepada Pemkot Samarinda untuk meminta penjadwalan sidak. Deni menekankan bahwa kesiapan Pasar Pagi harus benar-benar matang, mengingat pasar ini memiliki fungsi strategis sebagai pusat perdagangan konveksi dan emas di Kota Samarinda.
“Setiap pasar punya segmennya masing-masing. Kita ingin Pasar Pagi setelah selesai benar-benar menjadi ikon yang baik untuk Kota Samarinda,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat dan pedagang untuk menjaga ketertiban dan kebersihan pasar ketika nanti mulai beroperasi.
“Ini dibangun menggunakan uang rakyat untuk kembali kepada rakyat. Kita harap semua bisa ikut menjaga, merawat fasilitas yang sudah dibangun. Mudah-mudahan ini bisa menjadi warisan atau legacy untuk anak cucu kita,” tutupnya.(ADV)