By admin
16.03.26

Indonesia Negara Dermawan: Mayoritas Dana Lebaran Dihabiskan untuk Parcel dan THR

Survei GoodStats 2026 mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menyiapkan anggaran Lebaran Rp1-3 juta dengan prioritas utama dialokasikan untuk THR dan parcel (26,5%), mencerminkan kuatnya tradisi berbagi dibandingkan konsumsi pribadi./Ilustrasi

MAHAKAMA – Aroma opor ayam mulai tercium dari dapur rumah warga saat gema takbir perlahan mendekat. Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak yang menanti amplop warna-warni sebagai simbol kasih sayang di hari raya.

Menjelang perayaan Idul Fitri, banyak masyarakat mulai menyiapkan berbagai kebutuhan untuk merayakan hari kemenangan. Peningkatan pengeluaran rumah tangga menjadi fenomena rutin seiring persiapan mudik, pembelian pakaian baru, hingga hidangan khas Lebaran.

Oleh karena itu, persiapan anggaran menjadi sangat krusial agar momen silaturahmi tetap berjalan dengan lancar. Survei terbaru dari GoodStats memotret bagaimana masyarakat Indonesia mengatur keuangan mereka untuk menyambut Idul Fitri tahun ini.

Hasil survei menyatakan sebagian besar masyarakat menyiapkan dana dalam rentang Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Kelompok ini mendominasi dengan persentase 42,1 persen dari total seribu responden di Indonesia.

Prioritas Anggaran Lebaran Masyarakat Indonesia

Di samping itu, sebanyak 40,2 persen responden mengaku menyiapkan anggaran kurang dari Rp 1 juta. Data ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat lainnya sangat sensitif terhadap harga barang di pasar.

Hanya sebagian kecil masyarakat yang menyiapkan anggaran besar untuk kebutuhan Idul Fitri tahun ini. Tercatat 5,7 persen responden menyiapkan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, dan 2,8 persen menyiapkan lebih dari Rp 10 juta.

Hal yang menarik adalah alokasi pengeluaran terbesar justru bukan untuk konsumsi pribadi atau makanan. Masyarakat paling banyak mengeluarkan uang untuk hadiah THR atau parcel dengan persentase mencapai 26,5 persen.

Temuan ini sejalan dengan World Giving Report 2025 yang mencatat donasi masyarakat Indonesia mencapai 1,55 persen dari pendapatan, lebih tinggi dari rata-rata global 1,04 persen. Hal ini menunjukkan budaya berbagi masih kuat, terutama saat momentum keagamaan seperti Lebaran.

Selanjutnya, ongkos mudik menempati posisi kedua pengeluaran terbesar dengan angka 22,5 persen. Pembelian pakaian dan alas kaki baru menyusul di peringkat ketiga dengan total alokasi sebesar 20,2 persen.

Dimensi Sosial dan Konsumsi Ritual Saat Idulfitri

Kebutuhan makanan dan minuman selama perayaan Idul Fitri hanya mencatatkan persentase sebesar 12,7 persen. Selain itu, masyarakat juga mengalokasikan 12,1 persen anggaran untuk keperluan zakat, infak, serta sedekah kepada sesama.

Dari data ini, porsi besar untuk THR menunjukkan bahwa prioritas utama masyarakat adalah menjaga tradisi berbagi dengan keluarga. Lebaran di Indonesia memiliki dimensi sosial yang sangat kuat daripada sekadar momentum untuk konsumsi pribadi.

Pola ini sejalan dengan penelitian Dennis W. Rook (1985) dalam jurnal The Ritual Dimension of Consumer Behavior. Jurnal ini menjelaskan bahwa kegiatan ritual sering kali menempatkan pemberian hadiah sebagai prioritas utama untuk menegaskan hubungan sosial.

Oleh karena itu, kebahagiaan saat Lebaran lebih banyak bersumber dari upaya menjaga kebersamaan dan identitas budaya. Meski anggaran terbatas, masyarakat tetap berusaha memenuhi kewajiban sosial dan tradisi berbagi dengan penuh sukacita. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending