By admin
13.03.26

Bukan Hanya Baju, 77 Persen Masyarakat Pilih Beli Smartphone Menjelang Lebaran

Ramadan kini tidak lagi hanya soal belanja pangan dan baju. Momentum pencairan THR dan banjirnya promo diskon ternyata mengalihkan perhatian masyarakat ke etalase elektronik./Getty images-Scott Olson

MAHAKAMA – Harum aroma kue kering mulai menyerbak dari dapur-dapur rumah saat persiapan menyambut hari kemenangan semakin terasa. Di ruang tamu, keluarga menata ulang suasana agar momen silaturahmi lebih hangat dan berkesan.

Seiring suasana itu, antusiasme belanja masyarakat biasanya ikut meningkat menjelang Lebaran. Berbagai kebutuhan dipersiapkan, mulai dari stok makanan hingga pembelian perangkat elektronik baru demi menambah kenyamanan keluarga.

Fenomena ini juga tercermin dalam laporan Perilaku Belanja di Bulan Ramadan 2025 yang dirilis Populix. Survei tersebut mencatat 7 persen konsumen tetap berencana membeli barang elektronik selama periode Ramadan.

Daftar Produk Elektronik yang Paling Diminati Konsumen

Alasan utama pembelian cukup rasional. Sekitar 59 persen responden mengganti perangkat karena sudah rusak. 49 persen memilih model terbaru meski lebih mahal demi daya tahan lebih lama.

Smartphone menjadi produk paling diburu dengan angka 77 persen. Pencairan THR diduga mendorong pembelian bernilai tinggi ini, menandakan Ramadan tak lagi sebatas belanja pangan dan fesyen, tetapi juga pembaruan perangkat digital.

Peralatan dapur menyusul di angka 69 persen. Kebutuhan memasak dan menjamu tamu membuat produk seperti rice cooker, oven, dan blender banyak dicari. Televisi, kulkas, dan AC diminati 59 persen responden untuk menunjang kenyamanan rumah.

Sementara itu, laptop atau komputer berada di angka 46 persen. Angka ini lebih rendah karena pembeliannya tidak terlalu dipicu faktor musiman.

Strategi Belanja dan Pengaruh Platform Digital

Meski 61 persen responden membeli karena kebutuhan, diskon tetap menjadi pemicu kuat. Sebanyak 53 persen bahkan telah merencanakan pembelian jauh sebelum Ramadan.

Sensitivitas harga terlihat dari 86 persen responden yang menunggu diskon smartphone. Dominasi e-commerce sebesar 74 persen mempertegas pergeseran pola belanja ke platform digital, terutama melalui promo kilat dan gratis ongkir.

Artinya, Ramadan bukan sekadar ajang belanja impulsif melainkan periode eksekusi rencana konsumsi yang sudah matang. Kehadiran promo hanya mempercepat keputusan belanja yang sebenarnya sudah masyarakat persiapkan secara terencana.

Temuan ini sejalan dengan penelitian berjudul Analisis Keputusan Pembelian pada Online Shopping Selama Bulan Ramadan: Studi Kasus pada Konsumen Muslim di Indonesia karya Mayang Manguri Rahayu, Rima Wahyudyanti, Andyan Pradipta Utama, Aisyah Rahmawati, dan Maryati. Studi tersebut menegaskan bahwa penawaran khusus dan kemudahan akses digital memperkuat keputusan membeli.

Ramadan kini telah menjadi puncak musim konsumsi elektronik nasional yang dapat pelaku usaha prediksi setiap tahunnya. Momentum promo dan THR menjadikannya salah satu periode perputaran uang terbesar dalam siklus ritel Indonesia. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending