By admin
27.02.26

186 Kilometer Jalanan Kalimantan Timur Rusak, Mudik Jadi Ujian Nyali

Dengan estimasi biaya perbaikan Rp 4 miliar per kilometer menurut standar Kementerian PUPR 2020, pemulihan menyeluruh membutuhkan sekitar Rp 744,8 miliar./Istimewa

MAHAKAMA – Arus mudik selalu identik dengan kendaraan yang memadati jalan antarwilayah. Namun di balik semangat pulang kampung, perjalanan kerap terganggu lubang dan kerusakan jalan yang mengancam keselamatan.

Memasuki Ramadan, kualitas infrastruktur menjadi faktor krusial, terlebih 37 persen responden survei YouGov 2026 memilih mobil pribadi sebagai modal utama mudik. Lonjakan kendaraan di jalur darat membuat kondisi jalan semakin menentukan kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Pilihan menggunakan mobil memang memberi fleksibilitas waktu. Akan tetapi, keleluasaan itu tidak selalu diimbangi kualitas infrastruktur yang memadai, terutama di sejumlah daerah.

Secara nasional, Laporan Kemantapan Jalan Nasional 2024 dari Kementerian PUPR mencatat tingkat kemantapan jalan mencapai 95,22 persen. Namun capaian agregat tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di Kalimantan Timur, yang masih menghadapi persoalan jalan rusak di sejumlah ruas.

Kalimantan Timur Urutan Kedua Provinsi Jalan Rusak Terbanyak

Kalimantan Timur justru masuk dalam jajaran teratas provinsi dengan panjang jalan rusak terbanyak di seluruh Indonesia. Dari data tersebut menunjukkan terdapat 186,20 kilometer jalan di Kalimantan Timur berada dalam kondisi rusak dan memerlukan perbaikan segera.

Angka tersebut menempatkan Kalimantan Timur di urutan kedua secara nasional setelah Kalimantan Tengah yang mencatat 191,56 kilometer jalan rusak. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Papua Barat dengan total jalan rusak sepanjang 172,76 kilometer.

Meskipun persentase jalan mantap di Kalimantan Timur sudah menyentuh 89 persen, beban perbaikan ratusan kilometer tersebut tetap sangat besar. Kondisi ini menuntut sensitivitas kebijakan anggaran daerah agar lebih memprioritaskan kebutuhan publik yang paling mendesak di lapangan.

Urgensi pembangunan jalan menjadi sangat relevan mengingat tingginya minat masyarakat mudik menggunakan kendaraan pribadi tahun ini. Oleh karena itu, perencanaan fiskal daerah harus mampu menjawab tantangan keselamatan perjalanan ribuan nyawa di jalan raya.

Estimasi Biaya Pemulihan dan Dampak Keselamatan Mudik

Berdasarkan standar Kementerian PUPR 2020, biaya perbaikan jalan rusak diperkirakan Rp 4 miliar per kilometer. Dengan total kerusakan 186,20 kilometer, Kalimantan Timur membutuhkan sekitar Rp 744,8 miliar untuk pemulihan menyeluruh.

Jika hanya ada dana untuk perbaikan 1 hingga 2 kilometer di ruas strategis saja sudah berdampak besar pada kelancaran perjalanan. Penanganan titik rawan juga dapat menekan risiko kecelakaan dan kemacetan.

Di tengah kebutuhan perbaikan yang menyentuh hajat hidup banyak orang, publik berharap belanja miliaran rupiah diprioritaskan untuk infrastruktur. Anggaran tersebut dinilai lebih mendesak dibanding kebutuhan lain yang hanya menunjang kinerja pejabat publik. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending