By admin
18.01.26

Paling Beriman di ASEAN! Ternyata Agama Masih Jadi ‘Core’ Utama Kehidupan Anak Muda Indonesia

Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, nilai spiritualitas ternyata tetap menjadi fondasi utama bagi generasi muda Indonesia./Ilustrasi

MAHAKAMA – Banyak orang menganggap generasi muda saat ini terlalu bebas dan tidak lagi peduli pada nilai-nilai agama. Namun, anggapan tersebut terbantahkan oleh temuan terbaru laporan dari  Yushof Ishak Institute yang mencatat 95,3 persen responden mahasiswa Indonesia justru menganggap agama sebagai hal yang sangat penting.

Keteguhan prinsip generasi muda ini sebenarnya berakar dari posisi agama yang telah menjadi elemen dasar kehidupan warga sejak lama. Kelekatan kuat terhadap nilai-nilai ketuhanan tersebut tercermin nyata dalam sila pertama Pancasila yang menjadi fondasi utama bangsa. Sejalan dengan hal itu, Undang-Undang Dasar 1945 juga menjamin kebebasan setiap orang untuk memeluk agama dan beribadah menurut keyakinannya masing-masing.

Dominasi Nilai Agama di Kalangan Mahasiswa ASEAN

Sebuah survei terbaru dari The ISEAS yang dilakukan Yushof Ishak Institute, Singapura memotret keterlibatan pemuda dan nilai religi di enam negara ASEAN. Penelitian ini melibatkan 3 ribu responden mahasiswa sarjana pada periode Agustus hingga Oktober 2024. Hasilnya menunjukkan mayoritas anak muda di Asia Tenggara masih sangat menjunjung tinggi nilai agama atau kepercayaan spiritual.

Anak muda Indonesia menempati urutan pertama sebagai kelompok yang paling menganggap penting nilai agama. Sebanyak 95,3 persen responden dari tanah air menyatakan bahwa agama adalah hal utama dalam kehidupan mereka. Malaysia menyusul di posisi kedua dengan capaian sebesar 93,9 persen responden.

Perbandingan Persentase antar Negara Tetangga

Peringkat ketiga diduduki oleh Filipina dengan angka 84,9 persen responden yang menganggap agama sebagai hal penting. Selanjutnya, Thailand menempati posisi keempat dengan jumlah suara sebanyak 63,2 persen. Singapura berada di urutan kelima dengan persentase responden sebesar 62,7 persen.

Di sisi lain, anak muda Vietnam menunjukkan tren yang sangat berbeda dibandingkan negara lainnya. Hanya 48,8 persen responden Vietnam yang menganggap agama sebagai bagian penting dalam hidup mereka. Hal ini menandakan bahwa Vietnam menjadi satu-satunya negara dalam survei ini dengan tingkat religiusitas di bawah 50 persen.

Alasan Tingginya Nilai Religi di Indonesia

Faktanya, Indonesia memiliki angka tertinggi karena agama sudah melebur menjadi identitas sosial dan budaya yang sangat kuat. Institusi pendidikan dan lingkungan keluarga di Indonesia cenderung menempatkan moralitas berbasis agama sebagai standar utama perilaku. Kondisi ini berbeda dengan negara seperti Vietnam yang memiliki latar belakang sejarah dan sistem politik yang lebih sekuler.

Oleh karena itu, tingginya angka ini membuktikan bahwa arus modernisasi tidak lantas mengikis sisi spiritualitas pemuda Indonesia. Kepercayaan kepada Tuhan tetap menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Spiritualitas yang terjaga ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di masa depan. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending