By admin
14.01.26

Singkirkan Stigma Menyeramkan, Matematika dan Sejarah Jadi Primadona Pelajar Indonesia di Mata Dunia

Berdasarkan survei global IPSOS 2025, Matematika dan Sejarah sukses menduduki posisi puncak sebagai pelajaran favorit di Indonesi/Ilustrasi

MAHAKAMA – Deretan angka dan rumus rumit sering kali membuat dahi anak-anak berkerut tanda bingung di dalam kelas. Namun, siapa sangka bahwa subjek yang dianggap menakutkan ini justru menempati posisi teratas sebagai pelajaran paling dicintai.

Untuk mengetahui mata pelajaran favorit masyarakat dunia, lembaga IPSOS melakukan survei di 30 negara secara daring. Survei tersebut melibatkan 23,7 ribu orang dewasa pada periode 20 Juni hingga 4 Juli 2025. Para responden harus memilih tiga mata pelajaran favorit selama mereka masih duduk di bangku sekolah.

Dominasi Ilmu Eksakta di Tingkat Global

Secara global, Sejarah menjadi pelajaran favorit dengan capaian 32 persen, kemudian diikuti oleh Matematika sebesar 30 persen. Selain itu, sebanyak 26 persen responden juga mengaku sangat menyukai pelajaran Sains. Fakta ini menunjukkan bahwa tiga posisi teratas secara dunia didominasi oleh ilmu eksakta dan sosial yang bersifat fundamental.

Jika kita tinjau dari kelompok usia, Sains dan Matematika menjadi kegemaran utama bagi Generasi Z dengan angka 32 persen. Sejarah menyusul pada angka 28 persen dan Geografi sebesar 24 persen bagi kelompok usia muda tersebut. Sementara itu, generasi Milenial justru menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap Sains dengan persentase mencapai 41 persen.

Tingginya minat Milenial pada Sains menunjukkan keinginan kuat untuk memahami fenomena alam melalui pembuktian nyata. Di sisi lain, preferensi Gen Z yang cukup kuat pada Matematika dan Geografi mencerminkan ketertarikan mereka pada struktur data serta analisis sistematis. Ketertarikan tersebut juga menunjukkan bahwa generasi muda saat ini jauh lebih peduli terhadap berbagai isu lingkungan di sekitar mereka.

Minat Masyarakat Indonesia terhadap Teknologi dan Bahasa

Minat masyarakat Indonesia terhadap mata pelajaran sekolah ternyata menunjukkan pola yang selaras dengan tren dunia. Matematika dan Sejarah sukses menduduki posisi puncak sebagai pelajaran favorit di tanah air. Tren ini sejalan dengan statistik global yang juga menempatkan Sejarah dan Matematika di urutan teratas. Hal ini membuktikan bahwa ilmu sosial fundamental dan eksakta masih menjadi fondasi utama bagi responden secara umum.

Namun, Indonesia memiliki catatan khusus pada tingginya minat terhadap Bahasa Asing yang menyentuh angka 30 persen. Angka ini mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia yang melampaui rata-rata global dalam memandang pentingnya komunikasi internasional. 

Di sektor teknologi, Sains dan Ilmu Komputer di Indonesia juga kompetitif dengan raihan masing-masing 28 persen, mendekati standar dunia yang menempatkan Sains (26 persen) sebagai tiga besar pelajaran paling disukai.

Relevansi Pendidikan dengan Masa Depan

Data ini membuktikan bahwa stigma Matematika sebagai mata pelajaran menyeramkan mulai pudar. Matematika menjadi subjek yang relevan bersama Sains dan Ilmu Komputer demi menjawab tantangan masa depan. 

Kombinasi minat pada Sejarah dan teknologi menunjukkan profil masyarakat yang ingin memahami akar masa lalu sekaligus menguasai kemajuan zaman. Tren positif ini harus ditangkap oleh dunia pendidikan melalui inovasi metode pengajaran, guna memperbesar peluang keberhasilan generasi muda di kemudian hari. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending