By admin
19.12.25

Harta Melimpah Emisi Tak Terkira, 77 Persen Polusi Berasal dari Kaum Kaya

Data World Inequality Report 2026: 1 persen orang terkaya sumbang 41 persen emisi global lewat asetnya. Kontras tajam dengan 50 persen penduduk termiskin yang hanya menyumbang 10 persen emisi./Ilustrasi

MAHAKAMA – Langit yang perlahan mengabu dan suhu udara yang kian menyengat menjadi saksi bisu atas perubahan bumi. Pola hidup manusia yang tidak terkendali kini sedang menaruh beban berat pada pundak alam semesta.

Kenaikan emisi gas rumah kaca saat ini terus terjadi akibat penggunaan energi yang tidak berkelanjutan. Emisi merupakan zat sisa berupa gas berbahaya yang dilepaskan ke udara dari berbagai aktivitas manusia. 

Gas ini memerangkap panas di atmosfer sehingga memicu pemanasan global dan bencana iklim yang mematikan. World Inequality Report 2026 mengungkapkan data mengejutkan mengenai produksi emisi global sepanjang tahun 2025.

Ketimpangan Kontribusi Emisi Berdasarkan Kelompok Pendapatan

Laporan tersebut menghitung emisi berdasarkan dua kategori utama, yakni konsumsi dan kepemilikan pribadi. Emisi konsumsi berasal dari barang atau jasa yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 

Sementara itu, emisi kepemilikan pribadi berasal dari perusahaan atau aset investasi yang dimiliki oleh individu. Faktanya, kontribusi emisi masyarakat global tidak proporsional jika dibandingkan dengan kelompok pendapatannya.

Masyarakat berpendapatan 50 persen terbawah hanya menyumbang 10 persen emisi melalui konsumsi. Kelompok ini juga hanya berkontribusi sebanyak 3 persen melalui kepemilikan aset pribadi.

Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan masyarakat kelas menengah. Kelompok menengah menghasilkan 43 persen emisi dari konsumsi dan 20 persen emisi dari kepemilikan aset.

Ketimpangan semakin ekstrem saat melihat kelompok masyarakat berpendapatan 10 persen teratas di dunia. Kelompok kaya ini menghasilkan 47 persen emisi dari konsumsi dan 77 persen emisi kepemilikan pribadi. 

Bahkan, satu persen penduduk paling kaya menyumbang 41 persen emisi global melalui kepemilikan aset mereka. Data ini menegaskan bahwa kelompok berpendapatan tinggi menyumbang polusi yang jauh lebih fantastis.

Gaya Hidup dan Kepemilikan Aset Orang Kaya

Tingginya emisi dari kelompok pendapatan teratas terjadi karena gaya hidup mewah yang sangat boros energi. Mereka mengonsumsi barang secara berlebihan dan menggunakan transportasi pribadi yang menghasilkan karbon tinggi seperti pesawat jet. 

Selain itu, aset investasi mereka sering kali berada pada sektor industri berat yang merusak lingkungan. Kepemilikan saham pada perusahaan tambang dan energi fosil memperburuk jejak karbon mereka secara signifikan.

Oleh karena itu, beban kerusakan lingkungan saat ini tidak terbagi secara adil di seluruh dunia. Masyarakat kelas bawah menanggung dampak perubahan iklim padahal kontribusi polusi mereka sangat kecil. 

Namun demikian, kelompok elit memiliki kendali besar untuk mengubah arah industri ke sektor yang lebih hijau. Tantangan terbesar adalah bagaimana mendorong kelompok kaya agar beralih ke investasi yang ramah lingkungan.

Bumi merupakan rumah bersama yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab dan keadilan. Kini saatnya setiap individu meninjau kembali jejak langkahnya agar tidak meninggalkan luka bagi generasi mendatang. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending