MAHAKAMA – Di sela riuhnya kemacetan kota atau tenangnya sudut kamar, suara-suara digital kini hadir menemani telinga masyarakat. Kehadiran obrolan yang hangat dan informatif ini telah mengubah cara orang menghabiskan waktu luangnya.
Siniar atau biasa disebut podcast merupakan bentuk hiburan audio yang popularitasnya kian meningkat tajam belakangan ini. Media ini menjadi teman setia bagi banyak orang saat menjalani aktivitas harian.
Faktanya, warganet Indonesia kini sangat hobi menyimak podcast untuk mencari informasi maupun hiburan. Hal ini terbukti dari laporan Digital 2025 July Global Statshot yang dirilis oleh DataReportal. Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan pendengar podcast terbanyak di dunia. Sebanyak 68,1 persen warganet berusia di atas 16 tahun aktif mendengarkan podcast setiap minggunya.
Preferensi Genre dan Kebiasaan Mendengarkan Masyarakat

Survei Populix bertajuk How People Enjoy Podcasts in Daily Life membedah dinamika ini secara lebih mendalam. Populix menyelenggarakan survei ini pada 10 hingga 12 Juni dengan melibatkan 1.100 responden dari seluruh penjuru Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas publik Indonesia mendengarkan podcast sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Di samping frekuensi tersebut, laporan ini juga mengungkapkan jenis konten yang paling banyak menyita perhatian pendengar. Pendidikan menjadi genre podcast paling favorit bagi masyarakat Indonesia dengan pilihan dari 69 persen responden.
Selain itu, konten motivasi dan inspirasi menyusul di peringkat kedua dengan total jawaban sebanyak 64 persen. Genre komedi serta pengembangan diri menempati posisi ketiga dengan angka yang sama yaitu 55 persen. Sektor bisnis kemudian menjadi penutup daftar lima besar dengan perolehan sebesar 47 persen.
Sosok Podcaster yang Menguasai Perhatian Publik
Deddy Corbuzier mengukuhkan diri sebagai podcaster paling terkenal di tanah air saat ini. Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 39 persen atau hampir empat dari sepuluh responden memilih nama Deddy sebagai sosok paling berkesan. Popularitas Staf Khusus Menteri Pertahanan ini melonjak tajam melalui kanal Close The Door yang sering memicu perdebatan publik.
Denny Sumargo menempati peringkat kedua dengan menarik perhatian 20 persen responden melalui program Curhat Bang. Pembawaannya yang emosional dan dekat dengan sisi manusiawi tamu undangan menjadi daya tarik utama bagi pendengar.
Di posisi ketiga, Raditya Dika meraih proporsi 10 persen berkat gaya ceritanya yang ringan dan menghibur. Nama-nama lain seperti Praz Teguh mendapatkan 4 persen suara, sementara duet Vincent dan Desta mengumpulkan 3 persen dukungan.
Pertumbuhan Industri Kreatif Audio
Oleh karena itu, tingginya angka pendengar ini menandakan podcast telah menjadi kekuatan media baru yang sangat berpengaruh. Masyarakat kini lebih memilih konten yang fleksibel dan bisa mereka nikmati sambil melakukan kegiatan lain.
Namun demikian, para kreator harus terus berinovasi agar konten edukasi tetap mendominasi ruang dengar publik. Keberhasilan Indonesia menembus peringkat dunia membuktikan bahwa potensi pasar ekonomi kreatif kita masih sangat luas. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin