MAHAKAMA – Gemuruh stadion yang memekakkan telinga adalah hasil dari strategi matang di balik layar. Satu sosok memikul beban ambisi jutaan penggemar: pelatih sepak bola.
Peran pelatih sepak bola tidak hanya terbatas memenangkan pertandingan. Pelatih juga mencakup pengembangan keterampilan pemain secara fisik dan mental. Selain itu, mereka membangun hubungan antarpemain serta menanamkan cinta pada olahraga. Tanggung jawab besar ini menjadikan pelatih layak menerima penghargaan berupa gaji yang menggiurkan.
Diego Simeone Pimpin Daftar Bayaran Rp570 Miliar


Melansir Give Me Sport per 18 September 2025, Diego Simeone meraih posisi puncak. Pelatih Atletico Madrid ini menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia. Gaji tahunannya mencapai £25,9 juta. Angka ini setara dengan Rp570,85 miliar.
Selama bertahun-tahun, Simeone menjadi manajer dengan gaji tertinggi di dunia. Ia mampu mengalahkan Barcelona dan Real Madrid. Simeone berhasil mengangkat gelar La Liga sebanyak dua kali. Ia juga membawa klubnya mencapai final Liga Champions dua kali. Namun, kedua final tersebut harus ia takluk oleh rival sekota, Real Madrid.
Di posisi kedua, ada Simone Inzaghi dari Al-Hilal. Gaji tahunannya mencapai £21,8 juta. Jumlah ini setara dengan Rp480,31 miliar. Inzaghi membawa Inter Milan kembali ke puncak sepak bola Italia. Ia telah menorehkan otoritasnya sejak tiba pada tahun 2021. Musim ini, ia pindah ke Timur Tengah untuk melatih Al-Hilal.
Pep Guardiola dari Manchester City kini berada di posisi ketiga, turun dua peringkat dari tahun 2024. Tahun sebelumnya ia bahkan sempat menempati posisi pertama sebagai pelatih dengan gaji tertinggi. Gaji tahunannya mencapai £20,7 juta. Angka ini setara dengan Rp456,24 miliar. Setelah kampanye merebut treble pada 2023/2024, Guardiola layak mendapat gaji fantastis. Ia dianggap sebagai manajer terbaik di dunia saat ini.
Bintang Liga Inggris dan Arab Saudi Ikut Masuk Daftar
Di samping tiga nama tersebut, ada deretan pelatih elite lain dengan bayaran fantastis. Mikel Arteta dari Arsenal menempati posisi keempat. Gaji tahunannya mencapai £15,6 juta. Angka ini setara Rp343,83 miliar.
Posisi kelima diisi David Moyes dari Everton, dengan bayaran £12,5 juta atau Rp275,51 miliar per tahun. Kemudian, Jorge Jesus dari Al-Nassr mengikuti di posisi keenam. Gaji Jesus mencapai £10,4 juta atau Rp229,22 miliar.
Luis Enrique, pelatih Paris Saint-Germain (PSG), dan Matthias Jaissle dari Al-Ahli, berbagi gaji yang sama. Keduanya menerima £9,6 juta, setara Rp211,59 miliar per tahun. Terakhir, Carlo Ancelotti menutup daftar sepuluh teratas. Pelatih tim nasional Brazil ini menerima bayaran tahunan £8,4 juta. Jumlah ini setara dengan Rp185,14 miliar.
Deretan angka fantastis ini menunjukkan tingginya penghargaan kepada pelatih. Gaji besar menjadi salah satu bentuk apresiasi atas tanggung jawab berat yang mereka emban. Tanggung jawab itu mencakup di lapangan maupun di balik layar. Bagi klub-klub elite, investasi pada pelatih yang kompeten adalah salah satu kunci menuju kesuksesan jangka panjang.
Pekerjaan pelatih adalah perpaduan seni manajemen dan ilmu strategi. Keberhasilan mereka memimpin tim telah menghasilkan kemewahan yang setimpal. Hal ini membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan akan selalu dihargai tinggi. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin