MAHAKAMA – Dinamika politik dan media sosial terus membentuk persepsi publik. Di tengah sorotan, popularitas menteri menjadi cerminan sejauh mana kehadiran mereka dirasakan masyarakat.
Popularitas menteri kembali menjadi sorotan publik. Di tengah dinamika politik dan kebijakan pemerintah, sejumlah menteri sukses mencuri perhatian. Mereka populer lewat kinerja, pemberitaan, maupun kehadiran di ruang digital. Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan nama sepuluh menteri yang paling populer.
Adapun survei ini melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu. Responden telah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika dilakukan survei. Pengambilan data dilakukan pada 20-27 Oktober 2025. Margin of error survei sebesar 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih kemudian diwawancarai secara tatap muka.
Menteri Paling Populer: Erick Thohir Memimpin


Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan nama sepuluh menteri yang paling populer. Hasilnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, berhasil menjadi menteri paling populer per Oktober 2025. Sebanyak 63,6 persen responden tercatat tahu atau pernah mendengar namanya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menduduki urutan kedua dengan 60,3 persen. Di peringkat ketiga, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mencatatkan popularitas 50,8 persen. Responden menyatakan tahu atau pernah mendengar namanya.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar berada di posisi keempat dengan 44,6 persen. Ia diikuti Kapolri Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo di posisi kelima, dengan 43,3 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi keenam dengan 42,1 persen. Menteri Agama Nasaruddin Umar berada di posisi ketujuh dengan 36,9 persen.
Selanjutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (36,7 persen), Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (34,3 persen). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (34,2 persen).
Faktor-faktor yang mendasari popularitas mereka sangat beragam. Sejumlah nama seperti Erick Thohir, AHY dan Muhaimin Iskandar sudah memiliki latar belakang politik yang kuat.
Di samping itu, beberapa menteri lain populer karena jabatan mereka yang bersentuhan langsung dengan publik. Contohnya adalah Menko Infrastruktur, Menteri Agama dan Kapolri.
Sementara itu, popularitas bisa melalui berita kontroversi, misalnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Salah satu kontroversinya mengizinkan kembali tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, setelah izin PT Gag Nikel diterbitkan kembali pasca evaluasi. Keberadaan tambang ini dikhawatirkan merusak ekosistem Raja Ampat.
Andi Amran Sulaiman: Tidak Populer, Tapi Kinerjanya Paling Menggigit


Perlu diingat bahwa popularitas ini tidak selalu sebanding dengan penilaian kinerja yang positif. Survei Indikator turut mengungkapkan daftar menteri dengan kinerja terbaik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi menteri dengan kinerja terbaik. Sebanyak 84,9 persen responden merasa puas dengan kinerjanya. Kepuasan ini salah satunya dipicu oleh program modernisasi pertanian yang meningkatkan produktivitas dan distribusi pangan di tingkat petani. Program ini mencakup subsidi pupuk dan pendampingan teknis bagi kelompok tani.
Amran Sulaiman diikuti Teddy Indra Wijaya di urutan kedua dengan 84,5 persen kepuasan responden. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di urutan ketiga dengan 84,1 persen kepuasan. Berikutnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar (83,9 persen) dan Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi (83,7 persen).
Di samping itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendapat 82,7 persen kepuasan. Panglima TNI Jend. TNI (Purn) H. Agus Subiyanto (82,4 persen) dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (82,0 persen) menyusul.
Terakhir, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (80,7 persen) dan Menteri Pendidikan Dasar & Menengah Abdul Muth’i (79,2 persen).
Dari data ini, hanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Tedy Indra Wijaya dan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang popularitasnya diikuti oleh kepuasan publik atas kinerja mereka. Artinya, nama mereka dikenal luas sekaligus kinerja mereka mendapat apresiasi nyata dari masyarakat.
Kesenjangan Popularitas dan Kinerja
Survei ini menyoroti kesenjangan yang menarik antara popularitas dan kinerja di Kabinet. Erick Thohir dan AHY berada di puncak popularitas, namun keduanya tidak masuk dalam tiga besar menteri dengan kinerja terbaik. Popularitas tinggi mereka kemungkinan dipengaruhi oleh peran publik sebelumnya atau jabatan strategis yang menarik perhatian media.
Sebaliknya, Andi Amran Sulaiman efektivitas kerja yang tinggi, dengan kepuasan publik di atas 84 persen. Pencapaian ini membuktikan bahwa kinerja menteri teknis yang fokus pada hasil tetap mendapat apresiasi kuat dari masyarakat, meski popularitas mereka tidak setinggi menteri lain.
Dengan kata lain, survei ini menegaskan bahwa populer tidak selalu berarti efektif, dan kinerja nyata tetap menjadi tolok ukur utama penghargaan publik terhadap menteri.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin