MAHAKAMA – Dari kabin pesawat ke kabin politik. Sinta, mantan pramugari Garuda Indonesia, kini mengabdi di DPD RI sebagai senator Kalimantan Timur 2024–2029. Peralihannya bukan instan. Karier dan rekam jejaknya terbentuk perlahan seperti proses boarding yang tertib.
Sinta Rosma Yenti memiliki akar kuat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Perempuan muda yang juga dikenal sebagai istri Bupati Paser, Fahmi Fadli. Sinta memilih jalur independen di DPD RI, sesuai karakter lembaga yang mewakili daerah. Dukungan dari komunitas milenial Paser mendorongnya maju sebagai “wakil generasi baru”.
Sebelum terjun ke politik, Sinta memiliki pengalaman sebagai pramugari di beberapa maskapai Indonesia. Pengalaman profesionalnya membentuk citra sebagai sosok yang disiplin dan tangguh. Sinta mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama dari Paser yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk daerah pemilihan Kalimantan Timur masa bakti 2024–2029.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilu 2024, ia meraih 219.819 suara. Angka ini menjadikannya peraih suara terbanyak di antara calon DPD untuk dapil Kalimantan Timur. Pelantikan sebagai anggota DPD RI dilakukan pada 1 Oktober 2024. Sebelumnya, pada Pemilu 2019, ia sempat mencalonkan diri untuk DPRD Paser namun belum berhasil. Dari kegagalan itu, ia belajar dan kemudian bangkit.
Dominasi Suara DPD Kalimantan Timur

Dilansir Kalimantan Timur Prov (15/9/2025), Sinta Rosma Yenti meraih suara dominan pada Pemilu 2024. Ia berhasil melampaui tiga kandidat DPD Kalimantan Timur lainnya yang juga lolos ke Senayan. Ia terkenal dengan program penguatan layanan kesehatan dasar. Di antaranya adalah gerakan “Bangun Posyandu 6 SPM” yang ia galakkan di Kabupaten Paser. Program ini berfokus menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan desa.
Anggota DPD lainnya yang juga lolos adalah Aji Mirni Mawarni, S.T., M.M. dengan 188.193 suara. Aji Mirni Mawarni fokus pada isu-isu pengembangan ekonomi kerakyatan dan UMKM.
Selanjutnya, Dr. dr. Andi Sofyan Hasdam Sp.N. meraih 179.346 suara. Sebagai seorang dokter, program kerjanya menonjolkan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman.
Terakhir, Dr. Yulianus Henock Sumual S.H., M.Si. mengamankan 140.044 suara dengan fokus pada isu otonomi daerah, pertanahan, dan penguatan hukum adat di Kalimantan Timur.
Dari Kabin ke Komite IV
Sinta bertugas di Komite IV DPD RI yang menangani isu strategis seperti APBN, pajak, dan transfer dana pusat ke daerah. Ia bekerja memastikan kebutuhan daerah mendapat alokasi anggaran yang tepat, mengingat banyak persoalan daerah bermuara pada anggaran.
Ia langsung menjadi sorotan publik ketika menyoroti anjloknya Transfer Ke Daerah (TKD) Kalimantan Timur 2026 dari Rp10 triliun menjadi Rp3 triliun di rapat Komite IV. Sinta menegaskan Kalimantan Timur sebagai penghasil SDA berhak atas anggaran yang adil, menunjukkan citra senator yang berani membela hak daerah. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin