By admin
06.12.25

Banjir Bandang Sumatera: 3 Provinsi Luluh Lantak, 1,5 Ribu Infrastruktur Rusak

Banjir bandang akibat hujan ekstrem akhir 2025 menerjang Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ratusan tewas, jutaan warga terdampak./Antara Foto-Yudi Manar

MAHAKAMA – Banjir bandang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat, sepanjang akhir November hingga awal Desember 2025. Hujan ekstrem yang turun tanpa henti membuat sejumlah sungai besar meluap serentak. Ratusan warga dilaporkan meninggal dunia, sementara jutaan lainnya kehilangan rumah, akses transportasi, dan fasilitas dasar kehidupan.

Dilansir Kompas (6/12/2025), Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, warga menyelamatkan diri dari terjangan arus bercampur lumpur dan kayu gelondongan tanpa sempat dievakuasi. Sejumlah penyintas bahkan bertahan hingga enam jam di atas bak penampungan air. Hingga lebih dari 10 hari pascabencana, ribuan warga masih hidup tanpa listrik, air bersih, dan pasokan logistik memadai akibat rusaknya infrastruktur dan terputusnya akses bantuan.

Kondisi penyintas di lapangan hingga kini masih jauh dari normal. Di sejumlah wilayah Tapanuli Tengah, warga masih hidup tanpa listrik dan air bersih selama lebih dari 10 hari. Untuk kebutuhan minum, warga terpaksa menampung air hujan dan memasaknya. Di desa lain, warga bahkan mengandalkan air parit karena tak ada sumber air bersih yang tersisa.

Krisis pangan turut mengintai. Warga mengandalkan dapur umum yang hanya beroperasi dua kali sehari. Menu yang tersedia pun sangat terbatas. Dalam beberapa hari, makanan yang dikonsumsi hanya nasi putih atau mi instan. Sebagian warga harus berjalan berjam-jam menembus genangan banjir demi membeli bahan pangan.

Bencana ini dipicu oleh hujan ekstrem yang turun terus-menerus selama beberapa hari. Curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai besar meluap secara bersamaan. Kondisi tersebut diperparah oleh berkurangnya daya serap tanah akibat alih fungsi lahan di wilayah hulu.

Akibatnya, air mengalir deras ke permukiman dalam waktu singkat tanpa jeda evakuasi yang memadai. Di sejumlah desa di Tapanuli Tengah, lumpur setinggi hampir satu meter masih menutup jalan utama. Kayu gelondongan besar masih menumpuk di halaman rumah warga. Akses bantuan terputus, sementara ribuan warga masih bertahan dalam kondisi darurat.

1,5 Ribu Infrastruktur di Tiga Provinsi Rusak Parah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru. Per 5 Desember 2025, sekitar 1,5 ribu infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami kerusakan parah.

Sebanyak 536 fasilitas umum mengalami kerusakan. Fasilitas ini meliputi jalan, pom bensin, dan sarana umum lainnya. Keberadaan fasilitas ini krusial bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di samping itu, kerusakan juga terjadi pada sekitar 362 fasilitas pendidikan. Gedung sekolah hingga universitas terdampak. Kegiatan pembelajaran pun terpaksa dihentikan sementara.

Lebih lanjut, sebanyak 295 jembatan luluh lantak di tiga provinsi tersebut. Derasnya arus banjir menghantam pondasi jembatan hingga amblas. Akibatnya, banyak warga terjebak di daerahnya masing-masing. Akses yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain terputus total. Oleh karena itu, bantuan dari luar daerah semakin sulit disalurkan.

Kerusakan juga dialami oleh 185 rumah ibadah dan area perkantoran. Tercatat sekitar 115 gedung atau kantor habis diterjang banjir. Sementara itu, fasilitas kesehatan menjadi sektor paling krusial pascabencana.

Sebanyak 25 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik mengalami kerusakan. Sebagian terendam lumpur, sebagian lainnya kehilangan pasokan listrik dan air bersih. Kondisi ini membuat layanan medis darurat tidak bisa berjalan optimal.

Solidaritas Publik: Donasi Content Creator Lampaui Target

Di tengah keterbatasan akses bantuan, dukungan publik mengalir deras melalui jalur donasi daring. Inisiatif luar biasa datang dari content creator Ferry Irwandi. Ia berhasil mengumpulkan lebih dari Rp10 miliar dalam 24 jam melalui Kitabisa. Lebih dari 87 ribu donatur turut menyumbang, jauh melampaui target awal. Ferry Irwandi berjanji akan menyalurkan bantuan langsung. Prioritasnya adalah kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji dan obat-obatan.

Foto: Galang dana Solidaritas Bantu Korban di Sumatra di KitaBisa oleh Fery Irwandi (Kitabisa.com)

Praz Teguh turut menggalang donasi melalui Kitabisa. Ia juga terjun langsung ke lokasi terdampak. Ia membagikan dokumentasi penyaluran bantuan. Tindakannya memperlihatkan transparansi dan komitmen nyata di lapangan.

Foto: Galang dana DARURAT! Korban Banjir Butuh Bantuanmu di KitaBisa oleh Praz Teguh (Kitabisa.com)

Rachel Vennya berhasil menghimpun Rp1 miliar untuk korban banjir Sumatra melalui Kitabisa. Besarnya dana yang terkumpul tidak lepas dari pengaruhnya sebagai figur publik dengan basis pengikut luas. Ia juga aktif membagikan perkembangan situasi di media sosial. Hal ini mendorong banyak orang untuk ikut menyumbang.

Foto: Galang dana DARURAT! Korban Banjir Sumatra Butuh Bantuanmu di KitaBisa oleh Rachel Vennya (Kitabisa.com)

Figur publik lain seperti Leya Princy, Ricky Harun, dan Melanie Subono juga terlibat dalam penggalangan dana ini.

Bencana ini menjadi ujian bagi solidaritas nasional. Kekuatan gotong royong publik membuktikan bahwa masyarakat memiliki peran vital dalam pemulihan. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending