Mahakama.co.id – Sebuah kota kuno Suku Maya ditemukan secara tak sengaja di hutan Campeche, Meksiko. Kota yang dinamai Valeriana ini berhasil diungkap berkat teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging), alat pemindai laser yang mampu menembus tutupan hutan lebat.
Ribuan Bangunan Tersembunyi di Hutan
Penelitian ini mencakup area seluas 122 kilometer persegi dan berhasil mengidentifikasi 6.764 bangunan, termasuk piramida kuil, waduk, lapangan bola, dan jalan besar. Arkeolog memperkirakan kota ini dihuni sekitar 30.000 hingga 50.000 orang pada puncak kejayaannya di abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.

Kota yang Hilang “Tersembunyi di Depan Mata”
Valeriana memiliki dua pusat utama yang dihubungkan oleh jalan setapak dan permukiman padat. Menariknya, kota ini hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari jalan utama di dekat Xpujil, kawasan yang kini dihuni sebagian Suku Maya modern.
Mengubah Perspektif Peradaban Tropis
Profesor Marcello Canuto, salah satu peneliti, menyebut temuan ini membuktikan bahwa daerah tropis bukanlah tempat peradaban terlupakan. Penemuan ini membuka peluang baru dalam eksplorasi warisan budaya dan sejarah peradaban Maya. (net/ra)