By admin
14.10.25

Bukan Bintang Jatuh: Pahami Beda Asteroid, Meteor, dan Meteorit

LANGIT malam menyimpan misteri tak terhingga. Di sana, bongkahan batu luar angkasa melintasi semesta.

Ruang angkasa dipenuhi banyak benda langit. Batuan luar angkasa sering menjadi perhatian publik. Kadang kala, batuan ini sampai jatuh ke Bumi. Meskipun demikian, kita sering tertukar dengan istilahnya. Keempat benda langit ini memiliki perbedaan signifikan. Perbedaan utama terletak pada ukuran dan lokasi mereka.

Asteroid dan Meteoroid: Beda Ukuran dan Lokasi

Dilansir Detik.com(7/10/2025), Asteroid adalah bongkahan batu besar. Mereka melayang di angkasa dan mengorbit Matahari. Ukurannya jauh lebih kecil daripada planet. Asteroid terbesar, Ceres, lebarnya mencapai 940 km. Sebagian besar berada di sabuk asteroid. Sabuk ini mengapung di antara Mars dan Jupiter.

Foto: Asteroid (Wikipedia)

Meteoroid berasal dari pecahan asteroid. Asteroid dapat bertabrakan di luar angkasa. Tabrakan ini mengakibatkan serpihan kecil terlepas. Potongan batu kecil ini dinamakan meteoroid. Meteoroid dapat berukuran sekecil sebutir pasir.

Foto: Asteroid (Wikipedia)

Meteor dan Meteorit: Proses Terbakar di Atmosfer

Meteor adalah meteoroid yang masuk atmosfer Bumi. Gesekan udara membuatnya mulai terbakar dan jatuh. Jejak api dan cahaya ini dikenal sebagai meteor. Mereka meninggalkan jejak cahaya indah di langit. Beberapa orang menyebutnya bintang jatuh. Padahal, mereka hanya bongkahan batu kecil yang terbakar.

Meteorit adalah sisa batu yang selamat. Jika batu meteoroid tidak terbakar habis di atmosfer, sisanya disebut meteorit. Dengan kata lain, meteorit adalah batuan luar angkasa yang berhasil mendarat di Bumi.

Perbedaan utama terletak pada lokasi dan ukuran. Asteroid mengorbit Matahari. Meteoroid melayang di angkasa. Meteor terbakar saat memasuki atmosfer. Meteorit adalah sisa batu yang mencapai permukaan Bumi. Pemahaman ini membantu kita mengenali fenomena langit dengan benar.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending