
Mahakama.co.id – Sempat dilanda musim kemarau yang berkepanjangan hingga menyebabkan hasil panen para petani tidak maksimal, saat ini nampaknya perubahan musim mulai terjadi.
Beberapa titik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Khususnya, Mulai rutin diguyur hujan setiap harinya. Walaupun intensitasnya tidak tinggi, namun kondisi seperti ini dapat menjadi tolak ukur bahwa musim penghujan mulai datang.
Mengantisipasi musim hujan yang akan berlangsung hingga awal 2024, Pemerintah Kecamatan Tenggarong telah mengalokasikan anggaran khusus untuk normalisasi drainase di berbagai kelurahan dan desa. Tujuannya adalah untuk memperlancar aliran air dan mencegah potensi banjir.
Sekretaris Kecamatan Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso mengungkapkan, dalam APBD Perubahan 2023, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk setiap kelurahan dan desa. Beberapa di antaranya adalah Desa Rapak Lambur, Kelurahan Mangkurawang, Maluhu, dan Bukit Biru
“Kami sudah alokasikan anggaran di APBD Perubahan 2023, perkiraan Rp 200 juta per kelurahan/desa,” kata Eko, Sabtu (4/11/2023).
Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya normalisasi parit-parit, terutama di area dengan aliran air yang sering terhambat.
Eko pun mengapresiasi kegiatan normalisasi parit melalui program Padat Karya yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar di Kelurahan Maluhu beberapa waktu lalu yang memperdayakan warga RT setempat.
“Itu (normalisasi parit) juga sebagai antisipasi untuk penanggulangan banjir,” tutupnya. (Hms/Adv)