
Mahakama.co.id – Dalam upayanya memaksimalkan hasil budidaya rumput laut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) merilis proyek terbaru mereka yang menjanjikan perkembangan ekonomi lokal. Sebagai program untuk memajukan sektor pertanian, Kukar akan mengalokasikan dana sebesar Rp22 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendirikan pabrik pengolahan rumput laut.
Proyek ini bukan hanya merupakan tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga solusi inovatif bagi para petani di wilayah ini, agar hasil dan target yang diharapkan para petani dapat tercapai.
Pabrik pengolahan rumput laut ini menjadi bagian dari visi Pemerintah Kukar dalam meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kecamatan Muara Badak. Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2025, proyek ini menjadi prioritas untuk memperluas peluang ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Arfan Boma, menyatakan, pabrik pengolahan rumput laut ini adalah langkah besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan mengurangi pengangguran di wilayah kami.
“Mesin-mesin terbaru dan teknologi mutakhir akan diterapkan di pabrik ini, memberikan hasil pengolahan rumput laut berkualitas tinggi.” ucap Boma.
Pengadaan mesin dan alat pengolahan rumput laut dijadwalkan akan dimulai pada awal 2024, dan pabrik diharapkan akan beroperasi dalam waktu singkat setelahnya. Keberhasilan proyek ini akan membuka pintu bagi industri kecil menengah (IKM) dengan mengintegrasikan produksi rumput laut, jagung, pakan ternak, dan karet.
“Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, pusat IKM ini akan menjadi pusat pelatihan dan inovasi bagi para petani lokal. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mempelajari praktik terbaik dan teknologi terbaru dalam pertanian dan pengolahan,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, diharapkan hasil dan kualitas produksi rumput laut di wilayah kukar bisa semakin maksimal, sehingga dapat membuahkan hasil yang positif dan peningkatan kesejahteraan bagi para petani. (Hms/Adv)