By admin
28.11.25

DPRD Samarinda Soroti Tingginya Pengangguran Perempuan, Minta Kebijakan Kerja Lebih Inklusif

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih

Mahakama.co.id – Kesenjangan kesempatan kerja antara laki-laki dan perempuan di Samarinda kembali menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) perempuan mencapai 6,97 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki yang tercatat 5,01 persen.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, menilai kondisi ini harus dijawab dengan kebijakan yang lebih berpihak pada pemberdayaan perempuan. Menurutnya, pemerintah kota perlu memperkuat program pelatihan keterampilan dan memperluas sektor kerja yang ramah bagi perempuan.

“Banyak perempuan di Samarinda sebenarnya siap bekerja, hanya saja peluang yang sesuai minat dan kemampuan mereka masih terbatas. Ini harus menjadi fokus pemerintah,” ujar Riska.

Selain angka pengangguran, BPS juga mencatat partisipasi angkatan kerja perempuan di Samarinda baru mencapai 37,4 persen dari total penduduk usia kerja. Persentase ini jauh di bawah laki-laki yang berada pada angka 61,5 persen. Data tersebut mencerminkan masih adanya hambatan budaya dan struktural yang membuat perempuan sulit memasuki pasar kerja.

Riska menegaskan bahwa ketimpangan tersebut dapat menghambat kualitas pembangunan daerah apabila tidak segera ditangani.

“Kalau kita ingin Samarinda maju, kita harus libatkan perempuan secara maksimal, bukan hanya dalam rumah tangga, tapi juga di dunia usaha, politik, dan pemerintahan,” tegasnya.

Ia mendorong Pemkot Samarinda mengembangkan pelatihan kewirausahaan yang lebih merata, memberikan insentif kepada pelaku usaha yang menyerap tenaga kerja perempuan, serta memperluas akses permodalan bagi usaha mikro.

Riska menutup dengan penegasan bahwa penyetaraan kesempatan kerja bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga persoalan keadilan sosial.

“Ini bukan hanya soal menekan angka pengangguran, tapi soal keadilan sosial. Perempuan harus diberi kesempatan setara untuk berkontribusi,” ujarnya.(ADV)

Trending